Health

Tampil Cantik dengan Kulit Sehat saat Hari Raya

Perawatan kulit sebaiknya dilakukan secara konsisten sejak dini, bukan hanya menjelang momen tertentu seperti Lebaran.

Jakarta (KABARIN) - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, banyak orang mulai mempersiapkan diri agar tampil maksimal saat berkumpul bersama keluarga.

Persiapan agar tampil menawan agaknya memang harus dipersiapkan jauh-jauh hari karena di tahun 2026, tren kecantikan tidak lagi sekadar berfokus pada penampilan instan. Konsep longevity kini menjadi perhatian utama, yaitu bagaimana menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang agar tetap segar, kuat, dan bercahaya.

Selama Bulan Ramadhan, perubahan pola hidup kerap memengaruhi kondisi kulit. Salah satu faktor utama adalah kurangnya asupan cairan. Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan air selama belasan jam, sehingga kulit lebih mudah mengalami dehidrasi.

Dampaknya, kulit terlihat kering, kusam, dan kehilangan elastisitas. Pada kondisi tertentu, kulit yang kering juga dapat memperparah masalah jerawat karena meningkatkan peradangan atau inflamasi.

“Nah untuk yang jerawatan juga akan memperburuk inflamasi. Makanya saat berbuka puasa, itu minimal 4-5 gelas air secara bertahap. Mulai dari waktu berbuka sampai menjelang tidur. Kemudian saat sahur minum 2 gelas,” kata dr Dara Ayuningtyas yang saat ini juga berpraktik di ZAP Clinic.

Untuk menghidrasi kulit, kita juga perlu rutin membersihkan wajah secara menyeluruh sebagai langkah dasar yang tidak boleh diabaikan, terutama setelah beraktivitas seharian atau menghadiri acara buka puasa bersama.

Menurut dokter yang merupakan seorang Vice President Medical & Training dari sebuah klinik kecantikan ternama itu, Teknik double cleansing menjadi metode efektif untuk mengangkat kotoran, minyak, dan sisa makeup.

Setelah wajah bersih, penggunaan moisturizer menjadi kunci utama dalam menjaga kelembapan kulit. Banyak orang menganggap pelembap tidak terlalu penting, padahal fungsi utamanya dapat menjaga lapisan pelindung kulit agar tetap optimal.

“Kulit yang lembap akan terlihat lebih sehat dan mudah iritasi. Jika kulit membutuhkan retinol juga bisa ditambahkan. Akan tetapi yang paling penting dijaga adalah moisturizer supaya kulit lembap saat Lebaran,” kata Chief Clinical Officer ZAP.

Dari sisi nutrisi, tren konsumsi suplemen juga semakin meningkat. Namun, jarang orang yang mengetahui kalau vitamin D perannya penting dalam Kesehatan kulit.

Dara menyebut jika wanita kekurangan vitamin D, maka akan berdampak pada kulit yang tampak kusam dan rentan berjerawat. Selain itu, antioksidan seperti astaxanthin juga membantu melawan radikal bebas yang berasal dari polusi, paparan sinar matahari, hingga stres.

“Antioksidan dapat dikonsumsi pada malam hari, sementara beberapa jenis vitamin lain lebih baik diminum saat sahur agar tidak mengganggu kualitas tidur,” kata Dara seusai acara Ramadhan Gathering bersama ZAP: Rayakan 10 tahun cantik saat Lebaran.

Meski demikian, perawatan dari dalam tidak akan optimal tanpa didukung pola makan yang sehat. Dokter Dara mengatakan, selama Ramadhan umumnya kita mengonsumsi makanan manis dan berbahan dasar tepung yang cenderung meningkat. Padahal, asupan gula berlebih dapat memicu inflamasi dalam tubuh.

Kondisi ini dapat menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif, mudah berjerawat, bahkan tampak bengkak atau kemerahan. Karena itu, dr. Dara menyarankan perlu mengimbangi dengan mengonsumsi sayur, buah, serta makanan bergizi lainnya agar dapat membantu menjaga keseimbangan tubuh dan kesehatan kulit.

Menjaga asupan saat Lebaran juga tidak kalah penting. Berbagai hidangan khas seperti opor, rendang, hingga gulai umumnya mengandung santan yang tinggi lemak. Sementara itu, kue-kue Lebaran seperti nastar, kastengel, dan cookies lainnya mengandung gula dan tepung dalam jumlah cukup tinggi.

Karena itu, konsumsi makanan bersantan dan kue Lebaran tetap boleh dinikmati, namun perlu dibatasi jumlahnya. Keseimbangan tetap menjadi kunci agar tubuh dan kulit tetap sehat selama perayaan.

“Selain pola makan, faktor istirahat juga berpengaruh besar. Waktu tidur yang berkurang dapat membuat kulit tampak lelah dan tidak segar. Bahkan, bisa memperlambat proses regenerasi kulit,” kata dr. Dara Ayuningtyas, Dipl.AAAM

Inilah mengapa konsep longevity perlu diterapkan oleh individu. Kini perawatan kulit tidak lagi hanya berfokus pada hasil cepat, tetapi perlu di-maintain dengan pola hidup sehat, asupan nutrisi yang seimbang, dan perawatan rutin, maka kondisi kulit bisa tetap terjaga seiring waktu.

Perawatan kulit sebaiknya dilakukan secara konsisten sejak dini, bukan hanya menjelang momen tertentu seperti Lebaran.

Bagi yang ingin melakukan treatment tambahan, dr. Dara menyarankan untuk memilih jenis perawatan dengan downtime yang relatif tidak lama.

Perawatan intensif seperti laser atau injeksi sebaiknya dilakukan beberapa minggu sebelum Hari Raya untuk menghindari efek samping yang masih terlihat.

Sementara itu, perawatan ringan yang dilakukan menjelang Lebaran, seperti facial atau peeling lebih disarankan karena minim risiko dan tidak memerlukan waktu pemulihan.

Dokter Dara juga menyarankan, individu yang ingin mendapatkan hasil dari sebuah perawatan, maka dapat mencoba kombinasi yellow laser dengan injeksi DNA Salmon yang kini tersedia dalam bentuk nucleofill.

Nucleofill adalah perawatan biostimulasi kulit berbasis polinukleotida yang berfungsi untuk meregenerasi dan memperbaiki struktur kulit dari dalam.

“Saat ini, injeksi DNA Salmon tersedia dalam bentuk nucleofill, yang hanya disuntikkan di lima titik saja. Perawatan ini cocok bagi yang tidak ingin downtime atau banyak papul,” kata dr.Dara saat ditanya jenis perawatan terbaik yang dilakukan jelang Lebaran.

Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: