Jakarta (KABARIN) - Bagi banyak orang, latihan beban sering kali identik dengan membentuk otot atau meningkatkan penampilan fisik. Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa manfaatnya jauh lebih besar dari itu. Rutin melakukan latihan beban sekitar 90 hingga 119 menit per minggu ternyata dapat membantu menurunkan risiko kematian akibat berbagai penyakit dan berpotensi membuat seseorang hidup lebih lama.
Temuan tersebut berasal dari penelitian yang dilakukan para peneliti Harvard dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah British Journal of Sports Medicine. Dilansir dari Eating Well, Minggu (14/6), penelitian ini menganalisis data hampir 150.000 peserta yang dipantau selama hingga 30 tahun melalui tiga studi jangka panjang di Amerika Serikat.
Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan meneliti hubungan antara latihan ketahanan atau resistance training, seperti angkat beban, dengan risiko kematian akibat berbagai penyebab. Mereka juga mengkaji manfaat tambahan ketika latihan beban dikombinasikan dengan aktivitas aerobik seperti jalan kaki, lari, berenang, atau bersepeda.
Hasilnya cukup menarik. Orang yang melakukan latihan beban selama 90 hingga 119 menit setiap minggu tercatat memiliki risiko kematian akibat semua penyebab sebesar 13 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak melakukan latihan tersebut.
Tak hanya itu, kelompok yang rutin melakukan latihan beban juga memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular 19 persen lebih rendah. Sementara itu, risiko kematian akibat penyakit neurologis, termasuk demensia, turun hingga 27 persen.
Meski begitu, para peneliti menemukan bahwa manfaat tambahan dari latihan beban cenderung tidak meningkat secara signifikan ketika durasinya melebihi 119 menit per minggu.
Selain latihan beban, olahraga aerobik juga tetap memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memenuhi rekomendasi aktivitas aerobik mingguan memiliki risiko kematian 26 hingga 43 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang berolahraga.
Manfaat paling optimal justru terlihat pada mereka yang menggabungkan kedua jenis olahraga tersebut. Peserta yang rutin melakukan aktivitas aerobik dalam jumlah tinggi dan melengkapi rutinitasnya dengan latihan beban selama 60 hingga 119 menit per minggu memiliki risiko kematian hingga 45 persen lebih rendah.
Meski hasil penelitian ini menjanjikan, para peneliti mengingatkan bahwa studi tersebut memiliki beberapa keterbatasan. Sebagian besar data diperoleh dari laporan peserta mengenai kebiasaan olahraga dan gaya hidup mereka sendiri sehingga masih berpotensi mengandung ketidakakuratan.
Selain itu, penelitian ini hanya berfokus pada latihan beban konvensional. Aktivitas penguatan otot lainnya seperti Pilates, yoga kekuatan, atau kalistenik belum termasuk dalam analisis yang dilakukan.
Temuan ini juga sejalan dengan pedoman aktivitas fisik yang berlaku saat ini. Para ahli merekomendasikan setidaknya 150 hingga 300 menit aktivitas fisik intensitas sedang atau 75 hingga 150 menit aktivitas intensitas tinggi setiap minggu. Selain itu, latihan penguatan otot juga dianjurkan dilakukan minimal dua kali dalam sepekan.
Menurut para ahli, olahraga hanyalah salah satu kunci untuk hidup lebih panjang dan sehat. Faktor lain seperti pola makan bergizi seimbang, tidur yang cukup, serta kemampuan mengelola stres juga memiliki peran besar dalam menjaga kualitas hidup.
Buat kamu yang masih jarang olahraga, tidak perlu langsung memaksakan diri menjalani latihan berat. Memulai dari durasi yang pendek dan meningkatkan frekuensi secara bertahap justru dinilai lebih efektif untuk membangun kebiasaan sehat yang bisa bertahan dalam jangka panjang.
Sumber: ANTARA