Lapar Tiba-Tiba Setelah Makan Bisa Terkait Fluktuasi Gula Darah, Ini Penjelasan Dokter

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Rasa lapar yang muncul tiba-tiba setelah makan dalam kondisi sudah kenyang tidak selalu disebabkan oleh stres atau kurangnya kontrol diri, melainkan dapat dipicu oleh perubahan kadar gula darah.

Konsultan endokrinologi dan diabetologi di Apollo Hospitals, Bannerghatta Road, Bengaluru, Dr. Varun Suryadevara, menjelaskan bahwa kondisi tersebut bisa berkaitan dengan fluktuasi kadar glukosa dalam tubuh.

Menurutnya, rasa lapar yang muncul segera setelah makan berkaitan dengan cara tubuh memproses glukosa, terutama setelah mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat sederhana atau olahan.

“Ketika Anda mengonsumsi makanan dengan nasi putih, roti berbahan tepung terigu olahan (maida), atau makanan manis, tubuh Anda dengan cepat mencernanya menjadi glukosa karena karbohidrat sederhana atau olahan yang ada di dalamnya,” kata Dr. Varun, dikutip Hindustan Times, Minggu (14/6).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut menyebabkan kadar gula darah naik dengan cepat, sehingga pankreas merespons dengan melepaskan insulin dalam jumlah besar untuk memindahkan glukosa ke dalam sel tubuh.

Meski proses ini normal, masalah dapat terjadi ketika asupan karbohidrat olahan terlalu tinggi, yang memicu lonjakan insulin berlebihan. Akibatnya, kadar gula darah dapat turun secara drastis dan memunculkan rasa lapar kembali meski baru saja makan.

Jika kondisi ini sering terjadi, lanjutnya, hal tersebut dapat berkaitan dengan resistensi insulin. Pada kondisi ini, sel tubuh kurang responsif terhadap insulin sehingga glukosa tidak dapat digunakan secara optimal, meskipun kadar gula darah tetap tinggi.

“Ini membuat tubuh terus mengirimkan sinyal lapar sehingga tercipta siklus rasa lapar yang terus-menerus,” jelasnya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Dr. Varun menyarankan sejumlah langkah sederhana, seperti mengombinasikan karbohidrat dengan sayuran tinggi serat, protein rendah lemak (seperti telur, kecambah, atau paneer), serta lemak sehat dari kacang-kacangan dan biji-bijian.

“Kombinasi ini membantu memperlambat proses pencernaan dan pelepasan glukosa sehingga lonjakan maupun penurunan gula darah dapat diminimalkan,” ujarnya.

Ia juga menyarankan urutan makan dimulai dari sayuran dan protein terlebih dahulu, sementara karbohidrat dikonsumsi di bagian akhir untuk membantu menstabilkan gula darah.

Selain itu, menjaga hidrasi tubuh juga penting karena dehidrasi ringan dapat disalahartikan sebagai rasa lapar. Minum air putih disarankan sebelum kembali makan jika rasa lapar muncul terlalu cepat setelah makan.

Dr. Varun juga mengingatkan agar waspada jika rasa lapar berlebihan terjadi terus-menerus, yang bisa mengarah pada kondisi polifagia, terutama jika disertai gejala lain seperti perubahan berat badan atau sering buang air kecil.

Sumber: Hindustan Times

Bagikan

Mungkin Kamu Suka