Foodies

Yoghurt Beku vs Es Krim, Mana yang Lebih Sehat? Ini Penjelasannya

Jakarta (KABARIN) - Yoghurt beku sering jadi pilihan camilan dingin yang dianggap lebih sehat dibanding es krim. Rasanya mirip, namun masih banyak yang mempertanyakan perbedaan kandungan nutrisinya.

Menurut ahli gizi Julie Stefanski, es krim umumnya dibuat dari susu atau krim yang dipadukan dengan pemanis dan perisa. Produk ini juga harus memenuhi standar tertentu, termasuk kandungan lemak susu minimal agar bisa dikategorikan sebagai es krim.

Sementara itu, yoghurt beku dibuat dari susu yang telah difermentasi dengan bakteri baik. Ahli gizi Emily Villaseca menjelaskan bahwa proses ini menjadi pembeda utama, meskipun dalam praktiknya yoghurt beku juga tetap mengandung pemanis, penstabil, dan bahan tambahan lain seperti es krim.

"Yogurt beku mungkin lebih rendah lemak, tetapi banyak pilihan mengandung gula sebanyak es krim biasa. Beberapa yogurt beku mengandung lebih banyak gula daripada es krim," kata Villaseca.

Dari sisi protein, perbedaan antara keduanya relatif tipis. Yoghurt beku hanya sedikit lebih tinggi, meski beberapa produk seperti yoghurt beku ala Yunani bisa menawarkan kandungan protein lebih besar.

Para ahli menyarankan agar konsumen tetap memperhatikan informasi gizi sebelum memilih produk. Kandungan kalori, lemak, dan gula perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Selain itu, porsi juga menjadi faktor penting. Memilih porsi kecil lebih disarankan dibanding mengonsumsi dalam jumlah besar. Topping sehat seperti buah segar dan kacang-kacangan juga bisa menjadi pilihan yang lebih baik dibanding tambahan tinggi gula.

"Baik es krim maupun yogurt beku dapat menjadi bagian dari diet sehat. Dengan menyadari apa yang Anda makan sepanjang hari, dan seberapa sering ingin memasukkan es krim atau yogurt beku sebagai makanan penutup, akan memudahkan untuk memutuskan mana yang merupakan pilihan paling sehat," tegas Villaseca.

Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: