Bea Cukai kita harus diperbaiki. Menteri Keuangan, kalau pimpinan Bea Cukai tidak mampu segera diganti
Jakarta (KABARIN) - Prabowo Subianto meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk segera mengganti pimpinan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai apabila dinilai tidak mampu bekerja secara cepat dan efektif.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, di hadapan ratusan anggota dewan dan pejabat negara.
“Bea Cukai kita harus diperbaiki. Menteri Keuangan, kalau pimpinan Bea Cukai tidak mampu segera diganti,” kata Prabowo di hadapan 400 lebih anggota DPR RI dan sejumlah pejabat negara.
Presiden menegaskan pemerintah harus bergerak cepat dalam melakukan reformasi birokrasi dan tidak boleh bersikap lamban, terutama dalam pelayanan publik.
Ia juga menekankan pentingnya membangun pemerintahan yang bersih, profesional, dan bebas dari praktik korupsi.
“Kita harus berani memperbaiki institusi-institusi kita semuanya. Kita harus terus membangun pemerintah yang kuat dan tidak korup,” ujarnya.
Prabowo turut menyoroti masih adanya praktik pungutan liar yang dikeluhkan pelaku usaha karena dinilai menghambat kegiatan ekonomi dan investasi.
"Para pengusaha mengeluh, mereka mengalami pungli-pungli yang terlalu banyak," ucapnya.
Karena itu, ia meminta seluruh kementerian, lembaga, hingga kepala instansi untuk segera membersihkan birokrasi di lingkungan masing-masing serta menindak tegas setiap pelanggaran.
Presiden juga meminta dukungan DPR RI untuk bersama-sama memperkuat upaya pemberantasan korupsi dan penyalahgunaan wewenang.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk masa depan bangsa agar Indonesia dapat menjadi negara yang kuat dan tidak terus tertinggal.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026