Sugiono Beri Apresiasi kepada GSF dan Janji Kawal Pembebasan WNI

waktu baca 2 menit

tujuan untuk menyampaikan bantuan kemanusiaan ini bisa terus terlaksana lewat berbagai jalur lain

Jakarta (KABARIN) - Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengapresiasi semangat gerakan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) yang dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk memperjuangkan pembebasan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan Israel dalam aksi tersebut.

Usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, Sugiono menyebut aksi kemanusiaan itu menunjukkan kepedulian terhadap penderitaan warga Gaza.

"Saya kira ini merupakan suatu bentuk semangat serta dukungan yang diberikan terhadap kemerdekaan Palestina dan membantu meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Gaza," kata Sugiono.

Ia menilai misi tersebut seharusnya mendapat dukungan luas, namun dalam pelaksanaannya justru dihadang oleh pasukan Israel yang kemudian menahan para peserta konvoi.

Sugiono menekankan pentingnya memastikan penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza dapat terus berjalan melalui berbagai jalur yang memungkinkan.

"Kita berharap tujuan untuk menyampaikan bantuan kemanusiaan ini bisa terus terlaksana lewat berbagai jalur lain," ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa para peserta konvoi memahami risiko dari upaya menembus blokade Israel tersebut.

Lebih lanjut, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengupayakan pembebasan sembilan WNI yang ikut dalam misi itu agar dapat segera kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat.

Kementerian Luar Negeri RI juga terus berkoordinasi dengan negara-negara sahabat yang memiliki akses komunikasi dengan Israel, mengingat Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik langsung dengan negara tersebut.

Selain itu, Kemlu telah berkoordinasi dengan perwakilan RI di kawasan untuk memantau kondisi para WNI, termasuk tiga jurnalis dari media nasional yang turut dalam rombongan, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Indonesia sebelumnya mengecam keras tindakan Israel yang mencegat kapal-kapal bantuan kemanusiaan dalam gerakan GSF dan menahan para relawan, termasuk WNI, serta menegaskan pentingnya perlindungan terhadap jalur bantuan kemanusiaan sesuai hukum humaniter internasional.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka