Health

Dokter Ungkap Lima Kebiasaan Sederhana untuk Kurangi Peradangan

Jakarta (KABARIN) - Seorang dokter spesialis anestesiologi dan pengobatan nyeri intervensi yang berbasis di Maryland, Kunal Sood, membagikan sejumlah kebiasaan sederhana yang dapat membantu mengurangi peradangan secara alami tanpa menggunakan obat-obatan.

Menurut laporan Hindustan Times pada Minggu (31/5), peradangan merupakan respons alami sistem kekebalan tubuh terhadap cedera, infeksi, atau zat berbahaya seperti kuman dan racun.

Jika kondisi tersebut mereda setelah ancaman teratasi, maka disebut peradangan akut. Namun, ketika sistem pertahanan tubuh tetap aktif meski tidak ada ancaman yang jelas, kondisi itu dikenal sebagai peradangan kronis yang dapat merusak sel dan organ sehat seiring waktu.

Dr. Sood menjelaskan bahwa konsumsi makanan utuh yang kaya serat dapat membantu tubuh mengelola peradangan dengan lebih baik.

Makanan seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan gandum utuh diketahui berkaitan dengan kadar penanda peradangan yang lebih rendah, termasuk protein C-reaktif (CRP) dan interleukin-6 (IL-6).

"Ketika bakteri usus memfermentasi serat, mereka menghasilkan asam lemak rantai pendek seperti butirat, yang membantu menjaga penghalang usus dan mengatur sinyal kekebalan tubuh,” kata dokter tersebut.

Selain menjaga pola makan, ia juga menyarankan untuk rutin melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki setiap hari.

Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat membantu menurunkan peradangan kronis sekaligus meningkatkan sensitivitas insulin, memperbaiki sirkulasi darah, mendukung fungsi pembuluh darah, dan menjaga komposisi tubuh.

Dr. Sood juga menyoroti pentingnya kualitas tidur. Ia menjelaskan bahwa kurang tidur berkaitan dengan peningkatan berbagai penanda inflamasi yang dapat meningkatkan risiko gangguan kardiometabolik.

"Kurang tidur berulang dapat mendorong tubuh menuju kondisi yang lebih pro-inflamasi melalui aktivasi simpatik dan perubahan regulasi kortisol," katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa makanan yang kaya asam lemak omega-3 juga dapat membantu meredakan peradangan. Nutrisi tersebut banyak ditemukan pada ikan berlemak dan berperan dalam mendukung kesehatan jantung serta otak.

Omega-3 jenis EPA dan DHA diketahui membantu mengatur jalur peradangan dan mendukung proses pemulihan alami tubuh.

"DHA juga merupakan komponen struktural penting dari membran neuron, yang mendukung fungsi otak normal,” ujar Sood.

Selain faktor makanan, olahraga, dan tidur, pengelolaan stres juga menjadi hal yang penting. Menurutnya, stres yang berlangsung terus-menerus dapat mengaktifkan sistem respons stres tubuh secara berlebihan, yang pada akhirnya meningkatkan aktivitas jalur peradangan dan respons imun.

Karena itu, menjaga pola makan sehat, rutin bergerak, tidur yang cukup, mengonsumsi makanan kaya omega-3, serta mengelola stres dengan baik dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu mengurangi peradangan dan menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: