Health

Dehidrasi hingga Hipertensi Bisa Jadi Faktor Penyebab Gagal Ginjal

Jakarta (KABARIN) - Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dr. Anindia Larasati, Sp.PD, FINASIM menyampaikan gagal ginjal dipengaruhi faktor penyebab termasuk dehidrasi hingga penyakit lain seperti hipertensi.

Gagal ginjal, kata Anindia, terbagi menjadi gagal ginjal akut yang biasanya dipengaruhi faktor pencetusnya seperti dehidrasi.

“Seperti misalkan ada infeksi, dehidrasi kekurangan cairan yang berat. Kalau kita atasi faktor penyebabnya, kita harapkan fungsi ginjal dapat kembali seperti semula,” kata Anindia kepada ANTARA di Jakarta, pada Senin.

Kemudian, ada juga gagal ginjal kronis yang disebabkan biasanya dari faktor yang berjalan sudah lama bisa puluhan tahun, diawali dengan gaya hidup tidak sehat sehingga muncul penyakit lain seperti diabetes melitus hingga hipertensi.

“Hipertensi yang lama dan tidak terkontrol lama-lama mengganggu fungsi ginjal, menyebabkan komplikasi ke ginjal hingga akhirnya menyebabkan penyakit ginjal kronis,” ujar dia.

Gagal ginjal akut merupakan kerusakan ginjal yang terjadi secara tiba-tiba dalam hitungan hari. Sedangkan, gagal ginjal kronis merupakan kondisi yang terjadi ketika ginjal mengalami kerusakan parah dalam jangka waktu lama atau lebih dari tiga bulan, menurut laman Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan.

Anindia menambahkan apabila faktor penyebab yang mencetusnya seperti dehidrasi maupun infeksi masih bisa ditangani, maka pasien kemungkinan tidak perlu menjalani hemodialisis atau cuci darah secara berkelanjutan.

Namun sebaliknya, jika pasien mengalami gagal ginjal kronis oleh faktor yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal yang prosesnya berlangsung sudah lama seperti hipertensi maupun diabetes melitus, maka pasien akan membutuhkan hemodialisis berkepanjangan.

“Kalau pada gagal ginjal akut, mungkin dia ada penyebab khusus yang membuat gangguan fungsi ginjal, penurunan fungsi ginjal sementara. Namun ada juga pada pasien dengan gagal ginjal kronis yang membutuhkan proses hemodialisis,” tutur Anindia.

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: