Ribuan Orang Turun ke Jalan untuk Protes Anti-Pemerintah di New York

waktu baca 2 menit

New York (KABARIN) - Ribuan orang turun ke jalanan di New York untuk memprotes kebijakan pemerintahan Presiden AS Donald Trump, menurut laporan dari seorang koresponden RIA Novosti.

Para pengunjuk rasa berpawai di sepanjang Fifth Avenue, tempat Trump Tower berada.

Mereka membawa spanduk yang mengkritik Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE), tindakan AS terhadap Venezuela, dan kebijakan negara saat ini. Slogan-slogan yang mereka teriakkan antara lain "Tidak ada raja," "Tidak ada ICE," dan "Tidak ada perang!".

Pada pukul 14.30 (waktu setempat), protes berlangsung dengan damai, tanpa campur tangan polisi.

Pada 3 Januari, AS melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dan membawa mereka ke New York.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Maduro dan Flores akan diadili karena diduga terlibat dalam "narkoterorisme" dan menimbulkan ancaman, termasuk bagi AS.

Mahkamah Agung Venezuela untuk sementara waktu mentransfer tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez, yang secara resmi dilantik sebagai presiden sementara di hadapan Majelis Nasional pada 5 Januari.

Rusia, China, dan Korea Utara mengecam keras tindakan AS.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan solidaritas untuk rakyat Venezuela dan menyerukan pembebasan Maduro dan istrinya, serta pencegahan eskalasi situasi lebih lanjut.

Baca juga: Presiden Iran Utamakan Reformasi Ekonomi Setelah Demo Besar di Teheran

Baca juga: Protes Penembakan Ibu Tiga Anak di Minnesota, 29 Orang Ditangkap

Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka