Tentunya kita berharap bisa terus mengejar pertumbuhan (ekonomi) yang tinggi, mengapa? karena kita harus memanfaatkan jendela yang begitu terbatas menghadapi bonus demografi...,
Jakarta (KABARIN) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan pertumbuhan ekonomi yang terus positif mendorong Indonesia untuk dapat naik kelas menjadi negara berpendapatan tinggi atau high income.
"Tentunya kita berharap bisa terus mengejar pertumbuhan (ekonomi) yang tinggi, mengapa? karena kita harus memanfaatkan jendela yang begitu terbatas menghadapi bonus demografi. Saya ulangi, kita berupaya untuk menjadikan bonus demografi sebagai modal besar kita untuk keluar dari yang sering disebut sebagai middle income trap atau jebakan kelas menengah, dan kita berharap bisa naik kelas menjadi negara yang berpendapatan tinggi pada saatnya nanti dan ini harus kita kejar melalui pertumbuhan ekonomi yang tinggi," ujar AHY di Jakarta, Kamis.
Dirinya bersyukur jika Indonesia ekonominya bisa terus tumbuh secara positif di tengah dinamika geopolitik yang juga tidak mudah bagi negara-negara termasuk Indonesia untuk menavigasi banyak gejolak ketika ada ketegangan geopolitik, termasuk perang yang sangat mungkin mengganggu stabilitas ekonomi termasuk rantai pasok energi dan lain sebagainya yang berpengaruh pada fundamental pertumbuhan ekonomi bangsa-bangsa sedunia termasuk Indonesia.
Menurut dia, tentunya semua pihak termasuk pemerintah berupaya dengan segala upaya faktor-faktor penopang ekonomi apakah itu konsumsi rumah tangga (domestic consumption), apakah itu belanja pemerintah atau government spending belanja pemerintah, apakah itu investasi maupun ekspor dihadapkan dengan impor Indonesia mudah-mudahan tumbuh dengan baik sehingga tetap positif.
Berbicara pertumbuhan ekonomi, lanjutnya, tentu tidak boleh sepotong-sepotong. Pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan pemerataan, keadilan. Tidak boleh kemudian menyisakan justru ada lapisan masyarakat yang prasejahtera yang terjebak dalam kemiskinan apalagi kemiskinan ekstrem.
"Itulah mengapa Bapak Presiden RI Prabowo Subianto juga menekankan pertumbuhan tinggi tapi merata di seluruh Indonesia tidak boleh ada kawasan manapun yang tertinggal termasuk Indonesia bagian timur termasuk saudara-saudara kita di Papua. Itu mengapa tadi juga hadir Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua karena kami perlu mendengar setiap saat apa yang menjadi prioritas atau yang diharapkan segera hadir dan tadi kita dengar bersama infrastruktur," kata AHY.
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang tercatat 5,11 persen secara tahunan (yoy) masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB).
Dari sisi pengeluaran, kontribusi kedua komponen itu secara akumulatif mencapai 82,65 persen.
Hal ini terutama didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat yang menyebabkan kenaikan pengeluaran untuk makan dan minum, transportasi dan komunikasi, serta penambahan barang modal berupa mesin dan perlengkapan.
Sebagaimana diketahui, Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat Rp13.580,5 triliun, sementara PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat Rp23.821,1 triliun.
Sumber: ANTARA