Ottawa (KABARIN) - Perdana Menteri Kanada Mark Carney membuka kemungkinan negaranya ikut terlibat secara militer dalam konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Meski belum ada keputusan pasti, ia menegaskan bahwa opsi tersebut tidak sepenuhnya tertutup.
Dilaporkan Xinhua dan dikutip dari media lokal, pernyataan itu disampaikan Carney saat menggelar konferensi pers bersama Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dalam kunjungannya ke Australia, Rabu (4/3).
Dalam kesempatan tersebut, Carney mendapat pertanyaan mengenai apakah Kanada dapat memastikan tidak akan terlibat secara militer dalam konflik di Timur Tengah. Menanggapi hal itu, ia mengatakan bahwa kemungkinan tersebut tidak bisa dikesampingkan sepenuhnya.
"Kami akan mendukung sekutu kami ketika hal itu masuk akal. Kami akan selalu membela warga Kanada," ujar dia.
Pernyataan ini menandakan bahwa pemerintah Kanada masih membuka ruang untuk berbagai skenario, termasuk keterlibatan militer, tergantung pada perkembangan situasi dan kepentingan negaranya.
Sebelumnya, dalam sebuah pernyataan resmi, Carney juga menyoroti kondisi tatanan global yang menurutnya sedang menghadapi tantangan serius. Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap situasi internasional saat ini.
Carney menyebut dirinya menyesalkan apa yang ia sebut sebagai "kegagalan tatanan internasional" dalam merespons konflik yang terjadi.
Selain itu, ia juga mengajak berbagai pihak untuk kembali menghormati aturan dan norma dalam hubungan internasional.
Dalam pernyataan tersebut, Carney mengatakan dirinya "memohon kepada semua pihak, termasuk Amerika Serikat dan Israel, untuk menghormati aturan interaksi internasional".
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap konflik di Timur Tengah, yang hingga kini masih memicu ketegangan geopolitik dan kekhawatiran akan meluasnya keterlibatan negara-negara lain.
Sumber: Xinhua