Jakarta (KABARIN) - Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr. R Amanda Sumantri, SpKK, FINSDV mengingatkan paparan sinar ultraviolet (UV) dalam jangka panjang dapat memicu photoaging atau penuaan dini pada kulit, yang tidak hanya mengganggu penampilan tetapi juga berisiko meningkatkan kemungkinan kanker kulit.
“Paparan sinar ultraviolet yang mengenai kulit selama bertahun-tahun akan mengubah DNA dalam sel-sel kulit sehingga memicu penuaan dini dan meningkatkan risiko kanker kulit,” kata dr. R Amanda yang berpraktik di RS Premier Bintaro dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan penuaan dini umumnya muncul pada area tubuh yang sering terpapar sinar matahari seperti wajah, leher, punggung tangan, lengan, kaki, dan dada bagian atas.
Adapun ciri-cirinya antara lain muncul pembuluh darah laba-laba di hidung, pipi, dan leher, hilangnya elastisitas kulit, hingga bertambahnya garis halus serta kerutan di sekitar mata dan mulut.
Selain itu, paparan UV juga dapat menyebabkan bercak merah kasar dan bersisik (keratosis aktinik), perubahan pigmen seperti melasma, bintik penuaan, hingga muncul bercak putih di lengan, kaki, serta punggung tangan.
Menurut Amanda, kondisi tersebut juga dapat membuat warna dan tekstur kulit menjadi tidak merata serta memicu penipisan kulit.
Ia menyarankan pencegahan dilakukan dengan memakai tabir surya ber-SPF tinggi dan antiair setiap hari, terutama pada area kulit yang tidak tertutup pakaian, serta mengaplikasikan ulang setiap dua jam sekali.
Langkah lain adalah menggunakan topi lebar, kacamata hitam dengan perlindungan sinar UV, serta pakaian berlengan panjang saat beraktivitas di luar ruangan.
“Menghindari paparan sinar matahari langsung mulai pukul 10 pagi sampai 4 sore juga dapat membantu mengurangi risiko,” ujarnya.
Ia menambahkan kerusakan DNA pada sel kulit akibat sinar ultraviolet tidak dapat pulih sepenuhnya seperti semula. Namun, penuaan dini tetap dapat ditangani melalui berbagai metode perawatan medis.
Beberapa di antaranya adalah laser skin rejuvenation untuk mengurangi kerutan dan mengencangkan kulit dengan stimulasi kolagen, microdermabrasion untuk mengangkat sel kulit mati dan menyamarkan bintik penuaan, serta chemical peels untuk membantu memperbaiki warna kulit yang tidak merata.
Pilihan lain termasuk suntik dermal filler untuk mengganti kolagen alami yang hilang serta terapi intense pulsed light (IPL) yang memanfaatkan gelombang cahaya panjang guna mengurangi tanda penuaan dini.
Amanda mengimbau masyarakat tetap memperhatikan perlindungan kulit sejak dini agar risiko penuaan dini maupun gangguan kulit akibat paparan matahari dapat diminimalkan.
Sumber: ANTARA