Pakai "Earplugs" saat Konser Bisa Bantu Mencegah Demensia

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Ahli bedah saraf berbasis di Amerika Serikat dr. Rupa Juthani mengemukakan memakai earplugs atau penyumbat telinga saat konser tidak hanya berperan melindungi pendengaran, namun, bisa juga untuk menjaga kesehatan otak dari penurunan kognitif seperti demensia.

Menurut dokter yang berspesialisasi dalam operasi tumor hipofisis dan dasar tengkorak itu, paparan volume tinggi, termasuk dalam waktu singkat, dapat menyebabkan kerusakan pada saraf halus di telinga.

"Ketika suara melebihi sekitar 85 desibel, hal itu mulai memberi tekanan mekanis pada sel rambut di koklea. Respons pertama temporary threshold shift, kondisi di mana pendengaran menurun sementara, muncul tinnitus (denging), dan biasanya pulih dalam 16-48 jam. Paparan singkat seperti ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen,” kata Juthani, dikutip Hindustan Times, Jumat (3/4).

Telinga berdenging atau pendengaran terasa teredem setelah konser bukan sekadar gangguan sementara, melainkan tanda awal cedera saraf.

Ahli bedah saraf tersebut juga merujuk pada penelitian yang menunjukkan bahwa bahkan efek yang tampak sementara dari paparan suara keras dapat menyebabkan kerusakan cepat dan tidak dapat dipulihkan pada fungsi saraf pendengaran.

Penelitian dari Kujawa & Liberman (J Neurosci, 2009), lanjut Juthani, menunjukkan bahwa bahkan paparan yang tampaknya ‘pulih’ tetap menyebabkan kehilangan fungsi saraf pendengaran secara permanen dan cepat, yang mengarah pada gangguan pendengaran tersembunyi.

"Dengan paparan berulang, gangguan sementara tersebut menjadi permanen. Sel rambut mati, dan yang lebih mengkhawatirkan, tidak dapat tumbuh kembali," tutur dia.

Juthani menekankan gangguan pendengaran merupakan faktor risiko terbesar yang dapat dimodifikasi untuk demensia, terutama sejak usia paruh baya, sehingga pencegahan sejak dini menjadi sangat penting. Berdasarkan Komisi Demensia Lancet (2020 dan 2024) mengidentifikasi gangguan pendengaran sebagai faktor risiko demensia terbesar yang dapat dimodifikasi sejak usia paruh baya.

"Meta-analisis terhadap 1,5 juta orang menemukan bahwa risiko demensia meningkat 16 persen untuk setiap penurunan pendengaran sebesar 10 desibel," kata dia.

Menurut Juthani, konser sering mencapai tingkat kebisingan 100 hingga 110 desibel yang dinilai cukup tinggi untuk mempercepat kerusakan saraf pendengaran dan meningkatkan risiko gangguan pendengaran.

Oleh karena itu, penggunaan earplugs atau penyumbat telinga bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan.

Juthani mengatakan suara saat konser biasanya mencapai 100 hingga 110 dB. Para musisi juga menggunakan penyumbat telinga yang tetap menjaga kualitas suara sambil mengurangi kerusakan.

"Pentingnya pendengaran inilah yang membuat saya fokus pada perawatan tumor otak yang memengaruhi saraf pendengaran. Karena melindungi pendengaran berarti melindungi otak," kata dia.

Dengan memakai earplugs atau penyumbat telinga saat konser, paparan suara dapat diturunkan ke tingkat yang lebih aman, melindungi tidak hanya pendengaran, tetapi juga kesehatan otak.

Juthani menegaskan jika mulai merasakan tanda-tanda gangguan pendengaran, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis THT dan menanganinya sejak dini.

Sumber: Hindustan Times

Bagikan

Mungkin Kamu Suka