Oto

Pendapatan Tesla Tumbuh 16%, Kini Fokus ke AI dan Robotaxi

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Total pendapatan Tesla pada kuartal pertama tahun 2026 naik 16 persen secara tahunan menjadi 22,4 miliar dolar AS (Rp387,36 triliun), dan laba bersih meningkat 17 persen secara tahunan menjadi 477 juta dolar AS (Rp8,2 triliun).

Kenaikan pendapatan dan laba bersih tersebut didorong oleh peningkatan pengiriman kendaraan dan pertumbuhan bisnis lainnya seperti kecerdasan artifisial (AI) dan robotaxi.

Perusahaan milik Elon Musk ini juga telah mengirimkan lebih dari 358.000 kendaraan listrik baterai (BEV) secara global selama kuartal pertama tahun ini, meningkat 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Laman Chinaevhome, Kamis (23/4) waktu setempat melaporkan bahwa dari jumlah tersebut, fasilitas manufaktus Tesla, Gigafactory Shanghai, menyumbang 213.000 unit, naik 23,5 persen secara tahunan dan tetap menjadi sumber utama pertumbuhan tambahan perusahaan.

Namun, struktur hasil ini menunjukkan bahwa fokus strategis Tesla tidak lagi semata-mata berpusat pada bisnis kendaraan.

Sistem bantuan pengemudi canggihnya terus memperluas basis komersial. Hingga kuartal pertama, jumlah pengguna berbayar mendekati 1,3 juta, dengan tingkat penetrasi yang terus meningkat di antara lebih dari 9 juta pemilik kendaraan.

Versi 14.3 telah diluncurkan di Amerika Utara, sementara generasi berikutnya, V15, diharapkan meluncur antara akhir tahun ini hingga awal tahun depan.

Tesla melaporkan kenaikan pendapatan dan laba bersih kuartal pertamanya diiringi pergeseran fokus strategisnya melampaui kendaraan menuju AI dan robotaxi, yakni taksi otonom alias taksi tanpa pengemudi.

Tesla menyatakan di Weibo bahwa mereka mempercepat upaya untuk meluncurkan sistem bantuan pengemudi canggihnya di pasar Tiongkok.

Bisnis robotaxi memasuki fase yang lebih substantif. Pada kuartal pertama, jarak tempuh berbayar dari layanan ride-hailing otonom hampir dua kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya.

Pada bulan Februari, Cybercab produksi massal pertama keluar dari jalur produksi di pabrik Tesla di Texas.

Pada saat yang sama, perusahaan meningkatkan investasi dalam daya komputasi dan chip. Chip inferensi AI5 generasi berikutnya telah menyelesaikan desain dan akan diterapkan dalam robotika serta pusat data.

Peluncuran proyek TERAFAB dan klaster Cortex 2 menunjukkan kapasitas pelatihan yang meningkat secara signifikan, yang akan secara langsung memengaruhi kecepatan iterasi model kendaraan otonom dan robotika.

Dalam bidang robot humanoid, Tesla berencana memulai persiapan fasilitas manufaktur robot skala besar pertamanya pada kuartal kedua, dengan produk generasi ketiga yang diharapkan debut pada pertengahan 2026.

Elon Musk menegaskan kembali dalam panggilan pendapatan bahwa bisnis ini dapat menjadi pendorong pertumbuhan jangka panjang paling penting bagi perusahaan.

Di sektor pengisian daya, Tesla menambahkan 2.200 Supercharger selama kuartal tersebut, meningkat 19 persen secara tahunan, dengan penyaluran listrik sebesar 1,8 TWh, naik 22 persen.

Hingga April, Tesla telah membangun lebih dari 2.600 stasiun Supercharger di daratan Tiongkok, mencapai cakupan penuh di kota-kota besar dan secara bertahap membuka jaringan tersebut untuk kendaraan non-Tesla.

Dalam panggilan pendapatan, Musk menyatakan bahwa Tesla meningkatkan investasi dalam teknologi inti tahun ini, termasuk baterai, sistem penggerak, perangkat lunak AI, pelatihan AI, serta desain dan manufaktur chip, guna meletakkan dasar bagi ekspansi signifikan kapasitas produksi di masa depan.

Perusahaan juga memperkuat rantai pasok di bidang baterai, energi, dan chip AI. Musk kembali menegaskan pandangannya bahwa robot humanoid dapat menjadi produk terpenting Tesla, dan berpotensi menjadi salah satu produk paling signifikan dalam sejarah manusia.

Sumber: ChinaEVHome

Bagikan

Mungkin Kamu Suka