Kuala Lumpur (KABARIN) - Otoritas maritim Malaysia masih melakukan pencarian terhadap sejumlah warga negara Indonesia yang hilang setelah kapal yang diduga mengangkut pendatang asing tanpa izin atau PATI tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Perak.
Badan Penegakan Maritim Malaysia Negara Bagian Perak menyebut operasi pencarian dan penyelamatan atau SAR dimulai setelah nelayan setempat melaporkan adanya korban terapung di laut pada Senin pagi sekitar pukul 05.30 waktu setempat.
Direktur Maritim Negara Bagian Perak Mohamad Shukri bin Khotob mengatakan laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan kapal patroli dan bantuan dari sejumlah instansi.
Operasi SAR dimulai pukul 06.00 pagi dengan melibatkan kapal KM GAGAH dan BENTENG 1203. Tim pencarian juga dibantu Pasukan Polis Marin, Tentera Laut Diraja Malaysia, hingga nelayan setempat.
Dalam operasi tersebut, kapal nelayan lokal VNT PKFB 616 berhasil mengevakuasi 23 korban selamat yang terdiri dari 16 laki-laki dan tujuh perempuan warga negara Indonesia.
Seluruh korban kemudian dibawa menggunakan kapal Pasukan Polis Marin PAC 16 menuju Dermaga Kampung Acheh, Perak, untuk pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil penyelidikan awal, total penumpang di kapal tersebut diduga mencapai 37 orang. Artinya, masih ada belasan korban lain yang hingga kini belum ditemukan.
Tim SAR juga menemukan tiga tas berisi pakaian yang diduga milik para korban di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.
Seluruh korban selamat saat ini telah diserahkan kepada pihak berwenang di wilayah Manjung, Perak, guna menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.
Berdasarkan informasi sementara, kapal tersebut diduga berangkat dari Kisaran, Indonesia, pada 9 Mei 2026 menuju Malaysia. Para penumpang disebut memiliki tujuan berbeda, mulai dari Pulau Pinang, Terengganu, Selangor, hingga Kuala Lumpur.
Operasi pencarian melibatkan berbagai armada laut dan udara, termasuk kapal perang KD Sri Indera Sakti, helikopter Fennec milik Tentera Laut Diraja Malaysia, dua unit Fast Combat Boat, pesawat Bombardier CL 415 milik APMM, serta kapal patroli PAC 16.
“Maritim Malaysia berkomitmen dalam melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan bersama instansi terkait guna memastikan seluruh korban yang diduga terlibat dapat ditemukan. Masyarakat, khususnya komunitas maritim, diminta memberikan informasi apabila menemukan korban atau objek mencurigakan di laut,” kata Mohamad Shukri.
Otoritas maritim Perak juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan petunjuk terkait korban yang masih hilang dengan menghubungi pusat operasi maritim setempat atau nomor darurat 999.
Sumber: ANTARA