Jakarta (KABARIN) - Infeksi jantung pada anak bukan kondisi yang bisa dianggap sepele. Jika terlambat dikenali dan ditangani, penyakit ini berisiko menimbulkan gangguan serius pada fungsi jantung hingga memicu komplikasi jangka panjang.
Dokter spesialis anak sekaligus anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Kardiologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Sarah Rafika Nursyirwan, Sp.A, Subsp. Kardio (K), mengingatkan bahwa ada empat jenis penyakit infeksi jantung pada anak yang perlu diwaspadai.
"Jadi, ada namanya pericarditis, miokarditis, endokarditis, demam reumatik akut atau Rheumatic Heart Disease (penyakit jantung reumatik)," kata Sarah dalam webinar bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang diikuti secara daring dari Jakarta pada Selasa.
Menurut Sarah, jantung terdiri atas beberapa lapisan, mulai dari lapisan terluar, otot jantung di bagian tengah, hingga lapisan terdalam yang mencakup katup jantung. Ketika salah satu bagian tersebut mengalami infeksi atau peradangan, fungsi jantung dapat terganggu.
"Misalnya, di katup jantung terdapat infeksi, mengalami kerusakan, akan mengganggu darah dari atrium kiri mau ke bilik kiri, dia akan bocor balik ke atrium kiri. Kalau dia tertahan di paru-paru, bisa mengalami anaknya gejala sesak," dr. Sarah menjelaskan.
Perikarditis, infeksi pada lapisan terluar jantung
Jenis pertama adalah perikarditis, yaitu peradangan pada perikardium atau lapisan terluar jantung.
Kondisi ini menyebabkan terbentuknya cairan yang berisi sel-sel peradangan di ruang perikardium. Jika cairan menumpuk dalam jumlah banyak, kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh bisa terganggu.
"Paling sering kalau di global penyebabnya virus, bisa karena bakteri (juga) itu selaput perikardium bisa meradang, tapi di Indonesia kita harus waspada, paling sering karena tuberkulosis," kata dr. Sarah.
Ia menambahkan bahwa risiko perikarditis juga bisa meningkat pada anak yang baru sembuh dari infeksi virus atau memiliki penyakit autoimun tertentu.
"Yang berisiko mengalami peradangan bisa memang karena pasca-infeksi virus atau anak-anak juga yang dengan autoimun, misalnya pada kondisi lupus," ujarnya.
Miokarditis dapat mengganggu fungsi pompa jantung
Jenis kedua adalah miokarditis, yakni peradangan pada miokardium atau otot jantung yang berperan penting dalam memompa darah ke seluruh tubuh.
Jika otot jantung mengalami peradangan, kemampuan jantung untuk memompa darah akan menurun dan dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh.
"Tentunya otot jantung ini fungsinya adalah peranan utama untuk memompa darah ke seluruh tubuh, bila mengalami peradangan akan menurun fungsinya, sehingga fungsi pompa jantung akan terganggu," kata dr. Sarah.
Endokarditis bisa memicu gangguan aliran darah
Penyakit ketiga adalah endokarditis infektif, yaitu infeksi pada endokardium atau lapisan terdalam jantung yang mencakup katup-katup jantung.
Pada kondisi ini dapat terbentuk vegetasi, yakni kumpulan kuman, sel darah, bekuan darah, dan sel peradangan yang menempel pada katup jantung.
Keberadaan vegetasi dapat mengganggu proses buka-tutup katup jantung sehingga aliran darah menjadi tidak normal. Kondisi ini dapat memicu gejala seperti sesak napas hingga pembengkakan.
"Vegetasi seperti gumpalan yang isinya kuman dan sel darah dan sel radang tadi juga bisa lepas mengikuti aliran darah, tergantung dia berada di mana. Bila di sisi kiri jantung dia akan bisa ke otak, ginjal, tangan, kaki, nanti akan bermanifestasi sebagai gejala klinis yang kita temui pada anak," kata dr. Sarah.
"Di katup sebelah kanan, kalau vegetasi itu lepas, dia akan masuk ke paru-paru, gejalanya sesak tiba-tiba, saturasinya rendah," ia menambahkan.
Sarah menjelaskan bahwa anak dengan kelainan jantung bawaan memiliki risiko lebih tinggi mengalami endokarditis infektif. Selain itu, infeksi di bagian tubuh lain, termasuk infeksi gigi yang tidak ditangani dengan baik, juga dapat menjadi sumber masuknya kuman ke aliran darah dan akhirnya menempel pada katup jantung.
Demam reumatik akut masih cukup sering ditemukan
Jenis keempat adalah demam reumatik akut atau penyakit jantung reumatik. Berbeda dengan tiga penyakit sebelumnya, kondisi ini tidak terjadi karena kuman langsung menyerang jantung.
Infeksi bakteri, terutama streptococcus yang menyerang amandel atau tenggorokan, dapat memicu sistem imun tubuh menghasilkan antibodi. Namun, antibodi tersebut justru menyerang katup jantung sehingga menyebabkan kerusakan.
Infeksi tenggorokan yang tidak ditangani sampai tuntas menjadi salah satu pemicu utama penyakit ini.
"Kasus ini pada anak masih cukup sering kita temukan karena Indonesia juga masih sifatnya endemis ya untuk anak-anak dengan demam reumatik akut maupun penyakit jantung reumatik," kata dr. Sarah.
Karena itu, orang tua perlu lebih waspada terhadap berbagai infeksi pada anak, termasuk yang tampak ringan seperti radang tenggorokan atau infeksi gigi. Penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu mencegah komplikasi serius yang berpotensi menyerang organ vital seperti jantung.
Baca juga: Infeksi Jantung pada Anak Bisa Berisiko Picu Komplikasi Serius
Sumber: ANTARA