Jakarta (KABARIN) - Begadang demi menyelesaikan pekerjaan atau menonton pertandingan sepak bola tengah malam memang sering dilakukan banyak orang. Apalagi saat turnamen besar seperti Piala Dunia sedang berlangsung seperti saat ini, tidak sedikit penggemar sepak bola yang rela mengorbankan waktu tidur demi mendukung tim favoritnya.
Namun, dokter spesialis gizi klinik dr. Raissa E Djuanda, MGizi, SpGK, AIFO-K, FINEM mengingatkan bahwa ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan ketika harus bangun dini hari atau begadang agar kondisi tubuh tetap terjaga.
Menurut Raissa, hal paling utama adalah memastikan kebutuhan tidur harian tetap terpenuhi. Meski harus terjaga pada malam atau dini hari, orang dewasa tetap disarankan mendapatkan total waktu tidur sekitar 6 hingga 8 jam per hari.
“Tidur lebih awal pada malam sebelumnya bila memungkinkan. Lakukan tidur singkat (power nap) 20–30 menit pada siang hari bila diperlukan,” kata Raissa saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.
Selain mengatur waktu tidur, menjaga pola makan yang seimbang dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Dengan asupan nutrisi dan hidrasi yang baik, tubuh akan lebih siap menghadapi aktivitas meski waktu istirahat berkurang.
Raissa juga menyarankan untuk mengurangi penggunaan gawai atau menghindari paparan cahaya terang menjelang waktu tidur. Kebiasaan bermain ponsel atau menatap layar sebelum tidur dapat membuat tubuh lebih sulit beristirahat dengan optimal.
Meski sesekali begadang mungkin sulit dihindari, Raissa mengingatkan bahwa kebiasaan tersebut tidak boleh dilakukan secara terus-menerus. Kurang tidur dalam jangka panjang dapat memicu berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan metabolisme.
“Begadang sebaiknya tidak menjadi kebiasaan rutin karena dapat meningkatkan risiko gangguan konsentrasi, penurunan daya tahan tubuh, perubahan nafsu makan,” tutur dokter yang menamatkan spesialis gizi klinik di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.
Selain soal tidur, konsumsi kafein juga perlu diperhatikan. Banyak orang mengandalkan kopi atau minuman berkafein agar tetap terjaga saat begadang. Namun, menurut Raissa, konsumsi kafein berlebihan justru dapat menimbulkan berbagai efek samping yang tidak diinginkan.
Ia menjelaskan bahwa terlalu banyak mengonsumsi kafein bisa menyebabkan jantung berdebar, rasa cemas, tremor, gangguan lambung, peningkatan tekanan darah, hingga mengganggu kualitas tidur.
Untuk orang dewasa yang sehat, asupan kafein umumnya disarankan tidak melebihi 400 miligram per hari atau setara sekitar tiga hingga empat cangkir kopi seduh. Namun, batas toleransi tersebut bisa berbeda pada setiap orang tergantung kondisi tubuh masing-masing.
“Sebaiknya hindari konsumsi kafein dalam jumlah besar sekaligus dan batasi beberapa jam sebelum waktu tidur,” ujar dokter yang berpraktik di RS MMC itu.
Jadi, kalau kamu berencana begadang untuk menonton pertandingan sepak bola atau menyelesaikan pekerjaan penting, pastikan tetap memperhatikan kualitas tidur, pola makan, asupan cairan, dan konsumsi kafein. Dengan begitu, tubuh tetap fit dan aktivitas keesokan harinya tidak terganggu.
Sumber: ANTARA