Istanbul (KABARIN) - Pemerintah Australia meningkatkan kewaspadaan setelah kembali menemukan kasus baru flu burung yang sangat patogenik di wilayah selatan negara tersebut. Temuan terbaru ini membuat jumlah kasus yang terdeteksi di Australia bertambah menjadi tiga.
Menurut laporan ABC News pada Rabu, kasus terbaru melibatkan virus flu burung H5 yang ditemukan pada seekor burung migrasi liar. Temuan ini mendorong otoritas setempat untuk memperketat pengawasan karena virus tersebut diduga mulai menyebar di sepanjang garis pantai selatan Australia.
Kasus terbaru dikonfirmasi terjadi di Australia Selatan. Perdana Menteri Australia Selatan, Peter Malinauskas, mengatakan bahwa virus ditemukan pada seekor burung petrel raksasa yang ditemukan di Knights Beach, Semenanjung Fleurieu.
Burung tersebut merupakan salah satu dari dua burung laut yang ditemukan dalam kondisi sakit dan kemudian dirawat oleh kelompok penyelamat satwa liar pada 14 Juni lalu. Setelah menjalani pemeriksaan laboratorium, hasil tes menunjukkan bahwa salah satu burung positif terinfeksi strain H5, sementara burung lainnya dinyatakan negatif.
"Hasil laboratorium terbaru mengkonfirmasi satu burung terinfeksi strain H5, sementara yang kedua dinyatakan negatif," kata Malinauskas kepada wartawan.
Selain itu, dua burung lain yang ditemukan dalam kondisi sakit di wilayah Fowlers Bay juga telah menjalani pemeriksaan. Namun, hasil tes menunjukkan keduanya tidak terinfeksi virus flu burung tersebut.
Kasus terbaru ini menambah daftar temuan flu burung yang sebelumnya sudah terdeteksi di dekat wilayah Esperance, Australia Barat. Pada kasus sebelumnya, virus ditemukan pada seekor burung laut migrasi jenis skua cokelat dan satu burung lainnya yang ditemukan di kawasan pantai terpencil.
Kedua burung tersebut dinyatakan positif terinfeksi strain H5 yang sama, yang dikenal sebagai salah satu jenis flu burung paling mematikan pada unggas dan satwa liar.
Meningkatnya jumlah kasus membuat pemerintah dan otoritas kesehatan hewan Australia memperkuat pemantauan terhadap populasi burung liar, khususnya burung migrasi yang datang dari berbagai wilayah dunia.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus yang lebih luas sekaligus melindungi ekosistem satwa liar serta sektor peternakan unggas yang berpotensi terdampak jika wabah terus meluas.
Dengan ditemukannya kasus ketiga ini, Australia kini berada dalam status kewaspadaan tinggi terhadap penyebaran flu burung H5 di wilayah pesisir selatan negara tersebut.
Sumber: ANAD