Sering Alami Mata Berair? Kenali Penyebabnya

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Dokter spesialis mata dari Marengo Asia Hospitals, Gurgaon, Shibal Bhartiya, mengingatkan bahwa mata yang sering berair tidak selalu menandakan kondisi mata sehat. Dalam beberapa kasus, gejala tersebut justru bisa menjadi tanda mata kering, terutama pada orang yang sering menatap layar digital atau terpapar polusi.

“Mata yang terus-menerus berair dan diagnosis mata kering terdengar seperti kontradiksi. Sebenarnya tidak demikian, memahami alasannya dapat mengubah cara Anda merawat mata,” kata Bhartiya, seperti dikutip dari Hindustan Times.

Menurut dia, penggunaan perangkat digital dalam waktu lama membuat seseorang berkedip lebih jarang, bahkan hanya sekitar sepertiga dari frekuensi normal. Kondisi ini menyebabkan kelenjar minyak pada kelopak mata lebih mudah tersumbat, sementara lapisan air mata menguap lebih cepat dibandingkan proses pembentukannya.

Selain paparan layar, faktor lain seperti polusi udara, ruangan berpendingin udara (AC), dan perjalanan yang panjang juga dapat memicu mata kering.

Bhartiya menjelaskan bahwa air mata yang melindungi permukaan mata tidak hanya terdiri atas air, melainkan kombinasi tiga komponen, yakni minyak, air, dan lendir (mukus). Ketiga lapisan tersebut bekerja bersama untuk menjaga permukaan mata tetap lembap dan stabil.

Ketika keseimbangan lapisan air mata terganggu, mata akan mengirim sinyal darurat ke otak. Sebagai respons, tubuh memproduksi air mata dalam jumlah berlebih atau yang dikenal sebagai reflex tearing.

“Respons ini bersifat reaktif dan berlebihan, tetapi tidak banyak membantu dalam memberikan pelumasan yang sebenarnya. Akibatnya, mata bisa mengalami kekeringan sekaligus berair secara bersamaan,” ujarnya.

Ia menyebut sejumlah gejala yang perlu diwaspadai sebagai tanda mata kering, antara lain mata berair yang semakin parah pada malam hari, sensasi terbakar atau perih, penglihatan kabur yang membaik setelah berkedip, sensitivitas terhadap angin atau udara AC, serta mata yang mudah lelah meski sudah cukup beristirahat.

Untuk membantu mengurangi keluhan, Bhartiya menyarankan penggunaan kompres hangat pada kelopak mata, konsumsi suplemen omega-3, mengurangi waktu menatap layar, serta membiasakan diri berkedip secara sadar saat menggunakan perangkat digital.

Ia menekankan bahwa apabila gejala berlangsung lebih dari dua minggu, masyarakat sebaiknya memeriksakan diri ke dokter mata untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat, bukan hanya mengandalkan obat tetes mata yang dibeli secara mandiri.

Sumber: Hindustan Times

Bagikan

Mungkin Kamu Suka