Dokter Jelaskan Penyebab Anak Lebih Rentan Mengalami Malaria Berat

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Konsultan Pediatri Umum di Rumah Sakit Anak Madhukar Rainbow, India, Dr. Ankur Ohri menjelaskan anak-anak menjadi kelompok yang lebih rentan mengalami malaria berat karena infeksi tersebut menyerang sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh.

"Parasit malaria menginfeksi dan menghancurkan sel darah merah, sehingga mengurangi kemampuan untuk membawa oksigen," kata Ohri, dikutip dari Hindustan Times, Senin (29/6) waktu setempat.

Menurut Ohri, anak yang terinfeksi malaria umumnya mengalami kondisi yang lebih berat dibandingkan orang dewasa.

Ia menjelaskan cadangan tubuh anak yang lebih kecil serta laju metabolisme yang lebih tinggi membuat kondisi kesehatan mereka lebih cepat menurun saat terserang penyakit.

Selain itu, risiko anak tertular malaria juga meningkat karena mereka cenderung lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah.

"Karena anak-anak biasanya menghabiskan banyak waktu di luar rumah, mereka bergantung pada pengasuh mereka untuk mengenali gejala dan mengakses perawatan medis darurat," kata Ohri.

Ia menambahkan keterlambatan diagnosis, kebiasaan mengobati sendiri, atau anggapan bahwa anak hanya mengalami infeksi virus biasa dapat membuat malaria berkembang cepat dari kondisi ringan menjadi berat.

Sementara itu, Konsultan Penyakit Dalam di Rumah Sakit CK Birla, Delhi, Dr. Amit Prakash Singh mengatakan sistem kekebalan tubuh anak yang masih berkembang membuat mereka lebih berisiko mengalami komplikasi malaria.

"Banyak orang dewasa yang tinggal di daerah dengan malaria mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka melalui paparan malaria berulang, namun, anak-anak kecil tidak mengembangkan kekebalan apa pun dengan paparan malaria berulang," ujarnya.

Ohri menjelaskan parasit malaria dapat berkembang biak dengan cepat dalam aliran darah anak sehingga menyebabkan penurunan jumlah sel darah merah secara signifikan.

Kondisi tersebut berpotensi memicu anemia berat yang menjadi salah satu komplikasi malaria paling umum sekaligus paling berbahaya pada anak.

Selain itu, malaria juga dapat menyerang organ lain sehingga menyebabkan gangguan pernapasan, kadar gula darah rendah, dehidrasi, hingga malaria serebral yang menyerang otak dan dapat memicu kejang, koma, maupun cedera otak permanen.

Di sisi lain, Singh menyebut gejala awal malaria pada anak meliputi demam, tubuh lemas, mudah marah, muntah, dan kesulitan makan.

Menurutnya, gejala tersebut sering kali menyerupai penyakit umum pada anak sehingga orang tua kerap terlambat membawa anak ke fasilitas kesehatan meski kondisinya dapat memburuk dengan cepat.

"Langkah-langkah pencegahan seperti pengendalian nyamuk, kelambu yang diolah dengan insektisida, diagnosis tepat waktu, dan pengobatan dini memainkan peran penting dalam melindungi anak-anak dari malaria berat dan mengurangi komplikasi terkait," ucap Singh.

Sumber: Hindustan Times

Bagikan

Mungkin Kamu Suka