Money

Perekonomian Jakarta Tumbuh 5,21 Persen Sepanjang 2025

Jakarta (KABARIN) - Perekonomian Jakarta sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat ekonomi Ibu Kota tumbuh 5,21 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini tercermin dari nilai produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) yang mencapai Rp3.926,15 triliun.

“Lalu, atas dasar harga konstan (ADKH), yakni sebesar Rp2.263,24 triliun. Jika dibandingkan dengan capaian selama tahun 2024 atau secara kumulatif, ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 5,21 persen,” kata Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto di Jakarta, Kamis.

Sebagai perbandingan, pada 2024 PDRB Jakarta atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp3.679,71 triliun, sementara atas dasar harga konstan sebesar Rp2.151,20 triliun. Artinya, secara nilai maupun volume aktivitas ekonomi, Jakarta mengalami peningkatan di 2025.

Dari sisi struktur ekonomi, sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor, masih jadi motor utama ekonomi Jakarta. Sepanjang 2025, sektor ini menyumbang kontribusi terbesar dengan porsi 18,12 persen.

Di posisi berikutnya ada industri pengolahan dengan pangsa 11,13 persen. Lalu disusul sektor jasa keuangan dan asuransi yang menyumbang 10,96 persen terhadap perekonomian Jakarta.

Soal pertumbuhan, ada tiga sektor yang mencatat laju paling ngebut sepanjang 2025. Pertama, penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 9,33 persen. Kedua, transportasi dan pergudangan dengan pertumbuhan 8,69 persen. Ketiga, sektor jasa lainnya yang tumbuh 8,46 persen. Kinerja ini menunjukkan aktivitas mobilitas, pariwisata, dan jasa di Jakarta makin ramai.

Meski begitu, tidak semua sektor bergerak positif. Beberapa lapangan usaha justru mengalami kontraksi sepanjang 2025. Sektor pengadaan air, pengelolaan limbah, sampah, dan daur ulang terkontraksi 3,6 persen. Lalu sektor pertambangan dan penggalian turun 7,79 persen.

“Kontraksi terdalam terjadi pada sektor pengadaan listrik dan gas, yaitu sebesar 12,49 persen,” ujar Kadarmanto.

Jika dilihat per kuartal, ekonomi Jakarta pada triwulan IV-2025 tumbuh 5,71 persen secara tahunan dibandingkan triwulan IV-2024. Sementara itu, secara kuartalan dibandingkan triwulan III-2025, ekonomi Jakarta tumbuh 3,41 persen.

Nilai ekonomi yang tercipta pada periode triwulan IV-2025 tercermin dari nominal PDRB ADHB sebesar Rp1.041,19 triliun dan ADHK sebesar Rp582,51 triliun. Capaian ini menunjukkan roda ekonomi Jakarta masih terus bergerak, meski beberapa sektor masih perlu didorong agar pemulihannya lebih merata.


Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: