Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan pertanian perkotaan atau urban farming. Upaya ini ditargetkan mampu memenuhi sekitar lima persen kebutuhan pangan masyarakat pada 2030.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta atau KPKP Hasudungan Sidabalok menyampaikan bahwa saat ini kontribusi produksi pangan dari dalam wilayah Jakarta masih terbatas, yakni sekitar dua persen. Sebagian besar kebutuhan pangan masih dipasok dari luar daerah.
"Target kami pada 2030, Jakarta mampu memenuhi hingga lima persen kebutuhan pangannya sendiri, salah satunya lewat pertanian perkotaan (urban farming)," kata Hasudungan.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan, namun juga peluang untuk memperkuat sistem pangan lokal melalui perencanaan yang berkelanjutan.
Fokus pengembangan diarahkan pada komoditas strategis yang berpengaruh terhadap inflasi daerah, seperti cabai merah dan bawang merah. Peningkatan produksi kedua komoditas ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga di pasaran.
"Fokus kami pada komoditas yang memengaruhi inflasi, seperti cabai merah dan bawang merah. Jika produksinya meningkat di dalam kota, diharapkan dapat membantu menstabilkan harga,” jelas Hasudungan.
Untuk mencapai target tersebut, berbagai strategi dilakukan, mulai dari pemanfaatan lahan terbatas, pengembangan pertanian berbasis komunitas, hingga optimalisasi ruang terbuka yang tersedia di wilayah perkotaan.
Meski demikian, sejumlah kendala masih dihadapi, seperti keterbatasan lahan, kondisi lingkungan perkotaan, serta perlunya peningkatan partisipasi masyarakat.
"Keterbatasan lahan memang menjadi tantangan utama. Tapi selama masih ada sinar matahari, lahan sekecil apa pun bisa dimanfaatkan untuk bertani," ujar Hasudungan.
Pemerintah juga terus melakukan sosialisasi guna mendorong keterlibatan masyarakat dalam kegiatan urban farming. Perubahan pola pikir dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini.
"Yang tidak kalah penting adalah membangun mentalitas masyarakat. Kami terus mengedukasi bahwa pertanian perkotaan itu bisa dan memiliki manfaat besar," ucap Hasudungan.
Sejumlah wilayah di Jakarta telah menunjukkan perkembangan positif, seperti Jakarta Timur yang memiliki ratusan titik panen. Hal ini menjadi indikator bahwa pertanian perkotaan memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara lebih luas.
Sebagai bagian dari penguatan program, Pemprov DKI juga menggelar panen raya serentak di ratusan titik di seluruh wilayah Jakarta dengan berbagai komoditas, mulai dari cabai, sayuran, buah, hingga tanaman pangan dan ikan konsumsi.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Pemprov DKI optimistis target kemandirian pangan sebesar lima persen pada 2030 dapat tercapai sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tengah dinamika perkotaan.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026