Health

Bangun di Jam yang Sama Setiap Hari Ternyata Bisa Bantu Lancarkan Pencernaan

Jakarta (KABARIN) - Kebiasaan sederhana seperti bangun di waktu yang sama setiap hari ternyata punya dampak positif buat kesehatan pencernaan, termasuk membantu proses buang air besar jadi lebih lancar.

Mengutip Eating Well, ahli gastroenterologi bersertifikat dr. Neil Parikh menjelaskan bahwa tubuh manusia sebenarnya bekerja mengikuti pola waktu alami yang disebut ritme sirkadian. Pola ini juga berpengaruh pada sistem pencernaan.

Menurutnya, saat seseorang konsisten bangun di jam yang sama, tubuh akan lebih mudah mengatur kapan usus harus mulai bekerja sehingga proses buang air besar jadi lebih teratur.

“Usus kita mengikuti ritme sirkadian dan dapat dipersiapkan dengan konsistensi. Ketika kita bangun pada waktu yang sama setiap hari, usus besar kita belajar kapan harus aktif,” kata Parikh.

Ia menambahkan, perubahan jadwal bangun yang terlalu sering bisa mengganggu ritme tubuh. Dampaknya, gerakan usus bisa menjadi kurang optimal sehingga buang air besar menjadi lebih jarang atau terasa tidak lancar.

Parikh juga menyarankan agar waktu bangun tidak terlalu jauh berubah, bahkan saat akhir pekan, supaya tubuh tetap punya pola yang stabil.

“Jika merasa sembelit, cobalah untuk bekerja sama dengan jam internal tubuh Anda. Usahakan untuk bangun dalam waktu satu jam dari waktu bangun Anda biasanya, bahkan di akhir pekan; jika Anda biasanya bangun pukul 6:30 pagi, cobalah untuk tidak menunda bangun tidur setelah pukul 7:30 pagi,” katanya.

Selain ritme tidur, penelitian juga menunjukkan adanya hubungan timbal balik antara kualitas tidur dan kesehatan usus. Tidur yang kurang baik bisa mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus, sementara tidur yang cukup justru membantu menjaga sistem pencernaan tetap stabil.

Bahkan, perubahan waktu tidur sekitar 90 menit saja sudah bisa memengaruhi komposisi mikrobioma usus yang berperan penting dalam kelancaran buang air besar.

Kebiasaan bangun di jam yang sama juga membuat rutinitas pagi lebih teratur, termasuk tidak melewatkan sarapan yang membantu melancarkan pencernaan. Terutama jika sarapan mengandung serat tinggi yang membantu proses pergerakan makanan di usus.

Ahli gastroenterologi lain dr. Ritu Nahar MD menambahkan bahwa asupan cairan di pagi hari juga berperan penting dalam merangsang kerja usus.

Ia menjelaskan bahwa minuman hangat seperti kopi atau teh bisa membantu mengaktifkan sistem pencernaan dengan merangsang gerakan alami usus.

“Hal ini juga membantu karena kebiasaan ini mudah diakses dan sederhana untuk ditambahkan ke rutinitas harian Anda,” tambahnya.

Selain menjaga waktu tidur, para ahli juga menyarankan beberapa kebiasaan pendukung lain seperti cukup minum air, rutin bergerak, sarapan bergizi tinggi serat, serta mengelola stres agar pencernaan tetap sehat dan lancar.

Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: