Jakarta (KABARIN) - Dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Dr. Latsarizul Alfariq Senja Belantara, mengingatkan bahwa nyeri pinggang yang menjalar hingga ke kaki atau kedua tungkai perlu segera dikonsultasikan secara medis.
Menurutnya, gejala tersebut dapat mengindikasikan adanya gangguan yang tidak hanya terjadi pada tulang atau bantalan tulang belakang, tetapi juga pada sistem persarafan.
“Karena apabila nyeri itu menjalar ke kedua tungkai, kemungkinan besar sarafnya juga terjepit tidak hanya di pinggangnya saja yang bermasalah,” kata Alfariq kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan, kondisi saraf terjepit dapat mengganggu fungsi saraf, mulai dari penurunan kemampuan gerak hingga risiko terburuk berupa kelumpuhan.
Selain itu, nyeri yang sangat berat dan tidak membaik meski sudah beristirahat juga perlu diwaspadai sebagai tanda bahaya.
Alfariq menyebut kondisi nyeri pinggang atau punggung bawah dikenal sebagai low back pain, yang berbeda dengan cedera tulang belakang secara umum.
Untuk penanganan awal, pasien disarankan melakukan imobilisasi atau menghindari gerakan yang memicu nyeri, serta dapat dibantu dengan obat pereda nyeri.
Namun jika keluhan terus berlanjut, pasien dianjurkan segera memeriksakan diri ke dokter ortopedi, terutama bila nyeri muncul akibat cedera seperti benturan atau kecelakaan yang berisiko menyebabkan patah tulang belakang.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026