Membunyikan Leher Terlalu Sering Bisa Bahaya Untuk Tulang dan Risiko Stroke

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Banyak orang punya kebiasaan membunyikan leher untuk menghilangkan rasa kaku atau sekadar mengurangi stres, tapi jarang yang sadar kalau kebiasaan ini bisa berdampak serius dalam jangka panjang mulai dari cedera leher hingga risiko stroke.

Dokter spesialis Anestesiologi dan Pengobatan Nyeri Intervensional Dr. Kunal Sood mengatakan suara “letupan” yang terdengar saat leher dibunyikan sebenarnya tidak berbahaya.

“Rasa lega sementara itu berasal dari peregangan sendi yang cepat dan pelepasan gelembung gas dalam cairan sendi. Suara yang Anda dengar sendiri tidak berbahaya,” ujarnya.

Masalah muncul ketika leher dipaksa terus menerus melampaui rentang gerak normal. Seiring waktu, ligamen bisa melonggar dan tulang belakang leher menjadi kurang stabil, membuat gerakan mendadak lebih berisiko.

“Gerakan leher yang tajam atau kuat bisa memberi tekanan tidak normal pada arteri vertebralis dan karotis yang ada di leher,” kata Dr. Sood.

Dalam kasus langka, tekanan ini bisa merusak lapisan arteri, yang dikenal sebagai diseksi arteri serviks. Kondisi ini memungkinkan darah membentuk gumpalan dan berpotensi mengalir ke otak, sehingga memicu stroke.

“Sebenarnya kebanyakan orang yang membunyikan lehernya tidak akan mengalami masalah serius, tapi mekanismenya sudah terdokumentasi. Makanya manipulasi leher sendiri yang berulang dan kuat tidak disarankan,” tambahnya.

Dr. Sood menyarankan cara lebih aman untuk mengatasi leher kaku seperti latihan mobilitas ringan, memperbaiki postur, latihan penguatan tertentu, atau terapi profesional daripada membunyikan leher secara agresif.

Sumber: Hindustan Times

Bagikan

Mungkin Kamu Suka