Prabowo Apresiasi Keberhasilan Produk Indonesia di Pasar Internasional

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada sejumlah perusahaan nasional yang dinilai berhasil menembus pasar global dan membawa nama Indonesia semakin dikenal di dunia internasional.

Hal tersebut disampaikan saat ia memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal atau KEM-PPKF RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu.

Prabowo menilai banyak perusahaan Indonesia sudah mampu bersaing di level global dan menunjukkan kualitas yang tidak kalah dari brand luar negeri.

"Kita juga harus mengakui prestasi, banyak perusahaan-perusahaan kita yang bisa bersaing di tingkat global," kata Prabowo saat berpidato menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 saat Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu.

Ia mencontohkan produk Indomie dari Indofood yang berhasil menembus pasar berbagai negara. Bahkan, produk tersebut sangat dikenal di sejumlah negara Afrika dan juga digemari di Eropa.

Presiden juga menyoroti keberhasilan Mayora Indah yang sukses membawa produk Kopiko masuk ke lebih dari 100 negara. Ia juga menyebut Es Teler 77 sebagai contoh usaha kuliner nasional yang mampu berekspansi ke luar negeri.

Prabowo menegaskan pemerintah ingin memperkuat peran sektor swasta agar semakin dinamis dan berdaya saing. Ia menilai Indonesia membutuhkan pelaku usaha yang inovatif, berani mengambil risiko, serta memiliki kemampuan manajerial yang kuat.

"Kita perlu sektor swasta, kita perlu mendukung peran sektor swasta. Kita butuh sektor swasta yang dinamis. Kita perlu pengusaha-pengusaha yang penuh dengan inovasi, penuh dengan inisiatif, penuh dengan inovasi dan yang memiliki kemampuan manajerial yang baik dan andal," ujarnya.

Ia juga menekankan konsep Indonesia Incorporated sebagai model ekonomi berbasis kebersamaan dan gotong royong, di mana pihak yang kuat membantu yang lemah, serta usaha kecil diperkuat melalui koperasi.

Prabowo menyebut sistem ekonomi yang paling cocok bagi Indonesia adalah ekonomi jalan tengah yang menggabungkan kelebihan kapitalisme dan sosialisme, dengan tetap menghadirkan peran negara dalam menjaga keadilan.

"Justru kita maksudkan bahwa ekonomi yang cocok untuk Indonesia adalah ekonomi jalan tengah. Ekonomi yang berani mengambil yang terbaik dari sosialisme dan yang terbaik dari kapitalisme. Kita butuh peran negara, kita butuh perlindungan negara, kita butuh pengawasan dan kita butuh keberpihakan dari negara untuk menjamin keadilan dan pemerataan," ujarnya.

Selain itu, Presiden juga mendorong lahirnya lebih banyak pengusaha muda melalui pendidikan kewirausahaan, sekaligus mengingatkan agar generasi muda tidak hanya berorientasi menjadi aparatur sipil negara.

Ia juga menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan dukungan pembiayaan untuk startup agar lulusan program tersebut bisa berkembang menjadi pelaku usaha baru yang kompetitif.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka