Jakarta (KABARIN) - Saan Mustopa menilai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal atau KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi sinyal positif bagi arah penguatan ekonomi nasional, termasuk stabilitas nilai tukar rupiah.
Pidato tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.
Menurut Saan, penyampaian langsung KEM-PPKF oleh Presiden menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merancang arah kebijakan ekonomi tahun 2027.
"Saya yakin akan mengalami perbaikan dan peningkatan yang signifikan dari semua indikator tadi yang disampaikan oleh Presiden," kata Saan di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.
Ia juga menilai pidato Prabowo membawa semangat patriotisme dan penegasan arah pembangunan ekonomi yang berlandaskan Pasal 33 UUD 1945.
Saan mengakui adanya fluktuasi pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG. Namun menurutnya kondisi tersebut masih tergolong wajar dalam dinamika ekonomi global.
Ia menambahkan pemerintah telah mengantisipasi kondisi tersebut, sehingga optimisme terhadap pemulihan ekonomi dan stabilitas rupiah tetap terjaga.
Sebelumnya, pemerintah menetapkan asumsi nilai tukar rupiah pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS dalam KEM-PPKF 2027, sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas makroekonomi.
Prabowo Subianto dalam kesempatan yang sama juga menegaskan pentingnya strategi fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan global.
Target tersebut disusun di tengah kondisi nilai rupiah yang sempat melemah hingga menyentuh Rp17.706 per dolar AS pada perdagangan pertengahan Mei 2026.
Pemerintah juga memproyeksikan inflasi tetap terkendali pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menopang stabilitas ekonomi nasional.
Sumber: ANTARA