Jangan Diabaikan, Ini Gejala Infeksi Jantung pada Anak

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Dokter spesialis anak dr. Sarah Rafika Nursyirwan, Sp.A, Subsp. Kardio (K) menyampaikan sejumlah gejala yang berisiko infeksi jantung pada anak.

Dalam webinar bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang diikuti secara daring dari Jakarta pada Selasa, Sarah mengatakan gejala awal penyakit infeksi jantung pada anak kerap samar-samar dan bisa dianggap hanya flu biasa.

“Tentu harus kita sosialisasikan. Jangan sampai kalau keluhannya sudah memberat, jangan sampai terlambat dibawa ke dokter. Contohnya bila sesak napasnya makin memberat atau bibir dan kukunya tampak kebiruan, ini artinya perfusi atau aliran darah ke bagian ujung-ujung tubuh jadi terganggu,“ kata Sarah.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Kardiologi IDAI itu menyampaikan pada anak yang mengalami gejala seperti demam yang tidak kunjung sembuh, lemas, penurunan berat badan, serta penurunan kondisi, perlu segera ditelusuri lebih lanjut termasuk kemungkinan adanya infeksi jantung yang tidak boleh diabaikan.

Kemudian, gangguan jantung mendadak seperti nyeri dada yang lebih besar pada anak, jantung berdebar, hingga pingsan harus menjadi perhatian untuk dipastikan penyebabnya.

“Pada bayi memang gejalanya kadang tidak khas. Tapi tentu salah satunya pemeriksaan yang akan dilakukan dokter, EKG, ekokardiografi (USG jantung), atau rontgen toraks akan lebih mengarahkan apakah ini memang ada penyakit infeksi jantung pada bayi ini, harus segera dibawa periksa,” imbuh dia.


Sarah mengatakan penekanan pada infeksi jantung ini tentunya kecepatan penanganannya akan sangat menyelamatkan kondisi anak.

Infeksi jantung pada anak terjadi terutama karena ada kuman yang menginfeksi jantung. Namun, kondisi ini juga dapat terjadi karena tubuh bereaksi adanya autoimun atau antibodi tertentu akibat ada pencetus infeksi sebelumnya, yang antibodi ini akan menyerang jantung sendiri.

Dalam hal ini infeksi jantung pada anak bisa dipicu dari infeksi kulit ataupun infeksi lainnya yang pada awalnya mungkin terlihat seperti infeksi biasa atau ringan.

Namun, pada kondisi anak yang daya tahan tubuhnya rendah atau ada kondisi tertentu bisa infeksi itu berlanjut sehingga akhirnya organ-organ vital bisa terkena infeksi, salah satunya infeksi jantung.

Selain itu, juga terdapat yang sebenarnya dapat dipicu oleh kondisi yang kerap familiar, seperti salah satunya karena radang tenggorokan yang tidak dianggap atau disepelekan.

Padahal, radang tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus grup A jika tidak ditangani dengan tuntas dapat berkembang menjadi demam reumatik akut atau penyakit jantung rematik.

“Radang tenggorokan ini bukan sesuatu yang sepele ya. Memang paling sering karena virus, tapi kalau ternyata penyebabnya karena kuman Streptococcus dan tidak diobati tuntas, tentunya akan berlanjut ya menjadi kerusakan lebih lanjut ke jantung,” tutur dia.

Infeksi jantung pada anak terdapat empat jenis penyakit utamanya yaitu pericarditis, miokarditis, endokarditis, demam reumatik akut atau Rheumatic Heart Disease (RHD/penyakit jantung rematik).

Penyakit infeksi jantung ini, lanjut Sarah, sebagian besar bisa dicegah dengan pengobatan yang tuntas, deteksi dini, serta pencegahan penyakitnya berulang itu. Terutama pada kondisi penyakit jantung rematik itu diberikan antibiotik BPG rutin setiap 3 sampai 4 minggu sekali bahkan sampai seumur hidup.

Kemudian, pentingnya imunisasi itu tentunya akan melindungi seorang anak pada penyakit-penyakit yang bisa dicegah dari kuman tertentu, salah satunya untuk melindungi Miokarditis, Perikarditis tuberkulosis.

“Infeksi jantung pada anak ini memang harus dikenali lebih dini karena kita harus melindungi jantung anak karena anak masih akan bertumbuh sampai dia dewasa. Infeksi jantung pada anak sifatnya bisa serius, tapi sebagian besar komplikasinya bisa dicegah dengan pengenalan gejala yang cepat dan penanganan yang tepat,” ujar dia.

Baca juga: Waspadai 4 Jenis Penyakit Infeksi Jantung pada Anak

Baca juga: Infeksi Jantung pada Anak Bisa Berisiko Picu Komplikasi Serius

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka