Moskow (KABARIN) - Jumlah korban meninggal akibat wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo telah menembus 300 kasus, dengan 1.155 kasus terkonfirmasi, menurut Kementerian komunikasi dan media negara tersebut.
"Epidemi masih aktif di Provinsi Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan ... dengan 1.155 kasus terkonfirmasi dan 304 kematian," kata kementerian melalui pernyataan pada Kamis.
Tingkat kematian kasus naik 1 poin persentase dibanding laporan sebelumnya menjadi 26,3 persen.
WHO pada Mei 2026 menetapkan wabah Ebola di RD Kongo dan Uganda menjadi status darurat yang berpotensi mengancam negara lain. Badan PBB itu menilai risiko penyebaran lebih lanjut di kawasan tersebut tergolong tinggi.
Sebelumnya pada Selasa (23/6) WHO menyatakan bahwa wabah Ebola yang terjadi di RD Kongo merupakan jumlah kasus terkonfirmasi terbesar sepanjang sejarah pada bulan pertama wabah.
Sementara itu, pada hari yang sama pemerintah RD Kongo melaporkan jumlah korban meninggal akibat Ebola mencapai 267 orang, sementara jumlah kasus terkonfirmasi naik menjadi 1.048 kasus. Tingkat fatalitas saat ini juga mencapai lebih dari 25 persen, katanya.
"Wabah ini terus meluas ... Ini menjadi jumlah kasus terkonfirmasi terbesar dalam bulan pertama wabah Ebola di Afrika," kata Direktur di Departemen Kesiapsiagaan dan Respons Darurat Kesehatan WHO, Abdirahman Mahamud di Jenewa.
Baca juga: Arab Saudi Tutup Akses dari 3 Negara demi Cegah Ebola Masuk
Baca juga: WHO: Wabah Ebola di RD Kongo Capai Rekor Kasus pada Bulan Pertama
Sumber: SPU