Health

Gangguan Bicara pada Anak Bisa Jadi Tanda Masalah Pendengaran

Jakarta (KABARIN) - Gangguan bicara sejak kecil bisa menjadi sinyal bagi orang tua untuk mewaspadai kemungkinan anak memiliki masalah pendengaran, terutama bagi yang belum pernah menjalani skrining telinga.

Hal ini dijelaskan oleh dokter spesialis THT dari RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, dr. Fikry Hamdan Yasin dalam siaran langsung di akun Instagram @rscm.kencana, Rabu.

"Biasanya pada anak-anak yang mengalami tuli atau gangguan telinga sejak lahir itu, dia perkembangan bicaranya terganggu juga ya. Misalkan pada usia 6-8 bulan itu dia belum bisa babbling atau ngoceh-ngoceh. Atau dia belum bisa berkata kata-kata yang mengulang seperti mama, papa gitu ya," kata dokter Fikry.

Dokter Fikry menjelaskan bahwa kemampuan pendengaran berperan penting dalam perkembangan bicara anak. Meski begitu, tidak semua gangguan bicara berarti anak memiliki masalah telinga karena faktor lain juga bisa memengaruhi, misalnya terlalu banyak screentime atau penggunaan bahasa yang tidak konsisten di rumah.

Orang tua sebaiknya memperhatikan berbagai faktor penyebab gangguan bicara sebelum langsung mencurigai adanya masalah pendengaran.

Jika memang terbukti ada gangguan pendengaran, salah satu langkah rehabilitasi yang bisa dilakukan adalah terapi pendengaran atau Auditory Verbal Therapy (AVT). Terapi ini membantu anak mengembangkan kemampuan mendengar dan berbicara secara efektif sejak dini.

Data WHO menunjukkan lebih dari 95 juta anak dan remaja usia 5 hingga 19 tahun memiliki gangguan pendengaran yang tidak tertangani. WHO menekankan hampir 60 persen masalah pendengaran bisa dicegah atau diobati jika ada tenaga kesehatan terlatih, peralatan, dan obat yang memadai.

Sayangnya, saat ini 80 persen anak dengan gangguan pendengaran belum menerima perawatan yang tepat sehingga berdampak pada kualitas hidup mereka.

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: